LEMBAR
PENGESAHAN
Karya ilmiah
dengan judul “Pengaruh HP Terhadap Perilaku Pelajar” diterima dan disahkan
sebagai salah satu tugas materi karya ilmiah remaja Tahun Pelajaran 2012-2013 pada:
Hari :
Tanggal :
Disahkah
oleh,
Pembimbing
Suciati,
S.Pd
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan kepada tuhan YME karena hanya dengan izin-Nyalah
karya ilmiah ini dapat tersusun.
Karya ilmiah ini disusun guna untuk mengetahui besarnya pengaruh pemakaian
hp bagi para pelajar karena sebagaimana kita ketahui seiring dengan kemajuan
teknologi dan modernisasi banyak menimbulkan perubahan sikap dan perilaku
pelajar di Indonesia.
Kami menyadari sepenuhnya dalam menyusun karya ilmiah ini masih banyak
kekurangan dan kelemahan. Kami juga berterimakasih kepada guru pembimbing
Suciati,S.Pd.
Akhir kata kami berharap proposal karya ilmiah ini dapat berguna dalam
mengurangi dampak negatif dari pemakaian HP dan memaksimalkan manfaat HP bagi
pelajar.
Wassalamualaikum wr.wb.
Pekalongan, Februari 2013
Penulis
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
i
KATA PENGANTAR
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1
B. Tujuan
2
C. Identifikasi Masalah
2
D. Pembatasan
Masalah
2
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian
3
1. Handphone
3
2. Perilaku
3
3. Pelajar
3
4. SMA Negeri 3 Pekalongan
4
B. Sejarah Handphone..
BAB III METODE PENELITIAN
A. Sumber Data
5
B. Lokasi Penelitian
5
C. Metode Pengumpulan Data
5
1.
Observasi
5
2.
Studi Pustaka
6
3.
Wawancara
6
4.
Jelajah Internet
6
BAB IV PEMBAHASAN
7
BAB V PENUTUP
8
A. Simpulan
8
B. Saran
8
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Kami menulis karya ilmiah yang berjudul “Pengaruh Handphone Terhadap Perilaku Pelajar di SMA Negeri 3 Pekalongan”
karena saat ini handphone atau yang
biasa kita singkat dengan HP, sudah menjadi hal yang umum di kalangan pelajar.
Pada umumnya saat ini HP tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi disaat yang
penting, tapi juga menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak untuk pelajar. Seperti
mereka menggunakan HP sebagai media pembelajaran dan juga media hiburan. HP
saat ini merupakan barang kebutuhan primer untuk mereka dan juga saku mereka.
Kami
sering melihat banyaknya pelajar yang menggunakan HP saat proses pembelajaran
berlangsung. Mereka tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh pengajar. Ada
yang mendengarkan musik, main games dan juga membuka situs internet yang tidak
ada kaitannya dengan pelajaran. Dari sini kami menilai bahwa HP sedikit demi
sedikit akan mempengaruhi perilaku pelajar.
Selain
perilaku di kelas yang tidak memperhatikan guru, para pelajar mulai berpikir
bahwa HP lebih penting dari sekolah. Karena mereka menganggap HP mempermudah
mereka dalam belajar. Saat disuruh mencatat, anak yang malas akan meminjam
catatan temannya untuk mengambil gambar catatan tersebut. Selain itu, perilaku
yang sangat memprihatinkan yaitu ketika pelajar membawa HP saat ujian
berlangsung. Nilai kejujuran mereka seakan-akan luntur, dengan HP mereka
meminta jawaban dari orang lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa HP memiliki
pengaruh buruk terhadap perilaku siswa.
Selain
itu juga sering kali tidak sengaja HP tidak dimatikan atau digetarkan. Sehingga
saat ada sms atau telepon masuk, suara dari HP berbunyi. Itu sangatlah
menggangu konsentrasi belajar. Saat pelajaran berhitung misalnya kimia, fisika,
atau matematika, dengan adanya HP yang didalamnya terdapat aplikasi kalkulator,
secara tidak langsung kita diajarkan untuk berpikir lamban dan malas. Kita
menjadi tidak percaya diri dengan perhitungan mandiri. Kita menjadi lamban dalam
berpikir dan berhitung. Sangat buruk dalam prestasi pelajar itu sendiri.
Tapi
tidak hanya pengaruh buruk yang bisa diperoleh, ada juga siswa yang memanfaatkan
HP untuk mencari informasi dan memperluas pengetahuan yang mungkin tidak ada di
buku panduan. Karena didalam HP ada aplikasi untuk menjelajahi internet yang
banyak sekali sumber informasinya yang ada sangkut pautnya pada pelajaran
sekolah. Banyak sekali referensi-referensi yang bisa kita dapatkan untuk
menambah pengetahuan.
Dari
latar belakang tersebut, kami menulis karya ilmiah ini untuk mengetahui sejauh
mana besar pengaruh HP terhadap perilaku
pelajar.
B. Tujuan
Pembuatan
karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh HP terhadap perilaku pelajar.
C. Identifikasi Masalah
1.
Dampak pengaruh HP
bagi perilaku pelajar dan lingkungannya
2.
Hukuman pelanggaran
siswa jika bermain HP tidak tepat dengan waktunya
3.
Pengaruh HP bagi nilai
akademik dan sopan santun siswa
4.
HP menjadi kebutuhan
primer yang seharusnya kebutuhan sekunder
5.
Berkurangnya nilai
kejujuran siswa dengan adanya HP
D.
Pembatasan
masalah
Dari indetifikasi masalah tersebut, kami membatasi permasalahan yaitu
pengaruh HP bagi perilaku pelajar dan lingkungnya.
BAB
II
Landasan
Teori
A.
Pengertian
Agar tidak timbul salah
pengertian, penulis perlu menjelaskan arti kata-kata dan memberikan penegasan
istilah yang terdapat dalam karya tulis ilmiah ini.
1.
Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman
664), pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda)
yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.
Menurut
para ahli, pengaruh merupakan tokoh formal maupun informal di dalam masyarakat,
mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding
pihak yang dipengaruhi. (Wiryanto)
Sosiologi
Pedesaan, pengaruh merupakan kekuasaan yang mengakibatkan perubahan perilaku
orang lain atau kelompok lain.
Albert
R. Roberts & Gilbert, pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh
orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
Kesimpulannya, pengaruh adalah kekuasaan yang
ada dari seseorang atau suatu benda sehingga dapat ikut membentuk dan mengubah
karakter seseorang.
2.
Handphone
Dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Handphone, telepon
seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam)
atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan
dasar yang sama dengantelepon konvensional saluran tetap, namun dapat
dibawa ke mana-mana (portabel, mobile)
dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).
Kata lain dari handphone yaitu telepon seluler. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (halaman 1027), telepon seluler adalah telepon mandiri
dengan pemancar dan baterai tanpa kabel.
3.
Perilaku
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman
671), perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud dalam
gerakan (sikap), tidak saja badan atau ucapan.
Pada buku yang berjudul ‘Hypnotherapy for
Children’, perilaku adalah strategi yang telah teruji dan terbukti sangat
efektif dan efisien, dari berbagai strategi yang telah dicoba oleh seorang anak
untuk bisa mendapatkan hal-hal yang anak inginkan dengan cepat dan mudah dengan
tingkatan keberhasilan paling tinggi.
Ada juga pengertian lain yaitu tindakan
atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat
luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah,
menulis, membaca, dan sebagainya. Sehingga perilaku manusia adalah semua
kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak
dapat diamati oleh pihak luar. (Notoatmodjo, 2003)
Menurut Skinner, seperti yang dikutip
oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi
seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini
terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian
organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau
Stimulus – Organisme – Respon.
Kesimpulannya, perilaku adalah suatu
respon atau reaksi seseorang terhadap rangsangan dari luar berupa tindakan
seperti gerakan tubuh atau ucapan.
4.
Pelajar
Dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Peserta_didik
yang dimaksud pelajar yaitu Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi
peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat dasar maupun pendidikan
formal tingkat menengah. Sedangkan peserta didik adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (halaman 1027), pelajar adalah anak sekolah (terutama pada tingkat
sekolah dasar dan sekolah lanjutan), anak didik, murid, siswa.
5.
Remaja
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman
1988), remaja yaitu mulai dewasa; sudah sampai umur untuk kawin; muda; pemuda.
6.
Internet
Dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Internet internet (kependekan
dari interconnection-networking) secara harfiah ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite
(TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
7.
Media Sosial (Social
Media)
Dari situs http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial Media
sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring
sosial, wiki, forum
dan dunia virtual.
8.
SMA Negeri 3 Pekalongan
SMA N 3 Pekalongan adalah sebuah lembaga
pendidikan formal yang terletak di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
B. Jenis-jenis Handphone
Di
sebuah artikel pada situs http://sharingkuliahku.wordpress.com
/2011/10/09/jenis-jenis-handphone/ jenis
HP terbagi menjadi 4, yaitu:
1. Generasi pertama system selular Analog yaitu
AMPS ( Advance Mobile Phone Service ). Versi dari AMPS dikenal sebagai
Narrowband Advance Mobile Phone Service ( NAMPS ) yang menggabungkan teknologi
digital, sehingga system ini dapat digunakan untuk membawa tiga kali lebih
besar kapasitas pada setiap panggilan versinya.
2.
Pada tahun 1981 muncul NMT ( Nordic Mobile Telephone System ). NMT atau Nordic
Mobile Telephone adalah jaringan handphone analog yang pertama kali digunakan
secara internasional di Eropa Utara. Jaringan ini beroperasi pada frekuensi 450
MHz sehingga sering disebut NMT-450, ada juga NMT-900 yang beroperasi pada
frekuensi 900MHz.
3. Pada tahun 1982 muncullah GSM (Global System For
Mobile Communination ). Standar teknologi 2G yang paling banyak digunakan saat
ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication), seperti yang dipakai
sebagian besar handphone saat ini. GSM beroperasi pada frekuensi 900, 1800 dan
1900 MHz. GSM juga mendukung komunikasi data berkecepatan 14, 4 kbps.
4. Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel
yaitu GSM dan CDMA tetapi sekarang ada era generasi baru Handphone yaitu era
generasi ke-3 (3G). Dimana generasi ini telah merambah ke layanan internet
secara wireless. Pada awalnya disebutkan bahwa yang menggunakan teknologi
sistem Code Division Multiple Access ( CDMA ) secara digital akan meningkatkan
kapasitas hingga 10 sampai 20 kali pada sistem selularnya. Sistem berdasarkan
CDMA menjadi metode transmisi pilihan pada pemasangan-pemasangan baru di atas
sistem CDMA.
C. Macam-macam Handphone
Berdasarkan Fitur
Dari situs http://www.sigaptek.com/2012/08/jenis-dan-macam-macam-ponsel-menurut-fitur-spesifikasi.html
handphone berdasarkan fitur atau aplikasi terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
1.
Ponsel biasa
Ponsel biasa merupakan ponsel generasi pertama.
Ponsel ini hanya dibekali fitur sederhana. Yaitu hanya mengutamakan fungsi
utama ponsel sebagai alat untuk melakukan panggilan dan mengirim SMS dan
sedikit fungsi tambahan seperti kalkulator, agenda dan alarm. Ponsel jenis ini
biasanya memiliki daya tahan baterai yang sangat bagus dan kuat. Ada yang
bilang, ponsel biasa ini termasuk ke dalaman handphone jadul.
2. Feature Phone
Feature Phone merupakan jenis ponsel yang berada satu tingkat di atas
ponsel biasa. Banyak kalangan menyebutkan bahwa feature phone merupakan transisi antara ponsel biasa dengan smartphone. Feature phone termasuk dalam ponsel generasi ketiga yang sudah
dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan. Misalnya dengan dibekali kamera yang
mampu mengabadikan gambar dengan resolusi tinggi. Feature phone juga sudah
mendukung berbagai games dan aplikasi java. Seiring dengan kemajuan teknologi,
lambat laun feature phone juga semakin tampak seperti smartphone baik aplikasi
maupun fasilitas layar sentuh yang disematkan.
3. Smartphone (Ponsel Pintar)
Ponsel pintar atau lebih sering disebut smartphone merupakan ponsel generasi
terakhir yang dibekali teknologi canggih sehingga sudah menyerupai fungsi
komputer. Smartphone berjalan dengan
menggunakan sistem operasi layaknya komputer yang mampu menjalankan ribuan
aplikasi atau pun game. Smartphone
juga mempunyai kemampuan untuk terhubung dengan internet secara real time baik
dengan jaringan 3G maupun WiFi. Smartphone juga dilengkapi dengan prosesor yang berkecepatan
lebih tinggi dari pada feature phone mulai dari single core sampai quad core.
Selain konektivitas smartphone juga tersemat kemampuan bernavigasi dengan GPS
dan juga Map. Dengan segudang kemampuan yang dimilikinya tak heran jika sebuah
smartphone dibanderol dengan harga yang sangat mahal.
BAB
III
Metode
Penelitian
A.
Sumber
Data
Sumber data dalam
penelitian ini berasal dari hasil observasi dan wawancara dengan guru BK dan
beberapa siswa SMA Negeri 3 Pekalongan mengenai pengaruh handphone terhadap perilaku siswa SMA Negeri 3 Pekalongan.
B.
Lokasi
Penelitian
Area penelitian ini, secara
umum, akan berlangsung di SMA Negeri 3 Pekalongan. Sedangkan secara khususnya,
akan diadakan di dua tempat yaitu kelas dan ruang BK. Secara keseluruhan lokasi
penelitian ini dapat memberikan informasi tentang sejauh mana handphone mempengaruhi perilaku siswa.
C.
Metode
Pengumpulan Data
1. Observasi
Observasi
yakni cara pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan langsung, terhadap
yang diteliti. Pengamatan dilakukan untuk mendapatkan data-data berkaitan
dengan SMA Negeri 3 Pekalongan dan perilaku siswanya.
Data
yang didapat berdasarkan pengamatan yang kami lakukan :
·
Hampir semua siswa
memiliki/menggunakan handphone di sekolah.
·
Banyak siswa tidak pernah
lepas dari handphone baik waktu istirahat maupun waktu jam pelajaran.
·
Siswa lebih memfokuskan
diri pada handphone dibandingkan dengan pelajarannya.
·
Beberapa siswa menggunakan
headsheet untuk mendengarkan music saat pelajaran berlangsung.
·
Sedikit siswa yang
menggunakan handphonenya hanya untuk keperluan sekolah.
·
Pengawasan guru kepada
siswa terhadap pengaruh handphone terhadap perilaku siswa kurang ketat.
2. Studi
Pustaka
Cara yang digunakan untuk memperoleh data melalui
sumber-sumber dengan mempelajari secara keseluruhan sumber tersebut, seperti
buku dan majalah.
3. Wawancara
Cara atau tehnik memperoleh data dengan cara
tanya jawab dan bertatap muka dengan responden, dengan mencatat hasil wawancara
(interview Guide). Interview ini peneliti di
tujukan kepada guru BK SMA Negeri 3 Pekalongan.
(lampiran
1)
4. Jelajah
Internet
Browsing (jelajah
internet) adalah pencarian informasi lewat internet. Hal ini dilakukan untuk
menambah informasi yang akan lebih melengkapi data-data kami. Hasil browsing ini
didapat dari sumber-sumber yang ada, dan akan dicantumkan di daftar pustaka.
BAB
IV
Pembahasan
Dari penelitian yang kami lakukan
berupa metode observasi, studi pustaka, wawancara, dan jelajah internet, kami
akan membahas hasil yang telah didapat. Berdasarkan observasi, kami menganalogi bahwa saat ini HP
bagi pelajar seperti oksigen, mereka merasa bahwa jika tidak menggunakan HP
mereka tidak dapat hidup seperti layaknya manusia pada umumnya. Kami melihat
bahwa hampir 90% pelajar yang menggunakan HP secara terus-menerus akan merasa
ketergantungan. Seperti yang tadi kami katakan, layaknya oksigen. Melalui
pengamatan kami, HP memiliki pengaruh negatif untuk pelajar. Saat proses
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung, banyak dari mereka yang asyik
menggunakan HP. Seperti membalas sms yang mungkin dari pacar atau temannya,
membuka internet yang belum tentu itu ada hubungannya dengan pelajaran, dan ada
juga yang sampai mendengarkan musik menggunakan headsheet. Guru-guru juga
kurang memperhatikan siswanya yang sedang asyik memainkan HP.
Selain secara
observasi, kami juga melakukan wawancara dan berdasarkan hasil wawancara dengan
narasumber, kami mendapat informasi bahwa siswa SMA N 3 Pekalongan sudah sejak
pagi memegang HP. Entah itu melihat jam, membalas sms, atau yang lainnya. HP
sebenarnya memiliki peranan yang positif dalam era globalisasi seperti mencari
wawasan pengetahuan yang bersifat motivasi bagi diri kita sendiri maupun orang
lain apabila kita menggunakannya dengan bijaksana. Akan tetapi pada era
globalisasi saat ini, mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka sehingga
mereka dapat dibutakan oleh teknologi yang canggih.
Selain itu, kami
juga mendapati bahwa 70% - 80% siswa dari SMA Negeri 3 Pekalongan yang memiliki
HP akan berpikiran bahwa mereka merasa menjadi manusia modern yang tidak tertinggal
dengan kemajuan teknologi. Mereka juga hampir tidak pernah berfikir secara
logis bagaimana dampak yang akan timbul dari ketergantungan HP terhadap mereka.
Seringkali mereka menggunakan media tas sebagai penghalang agar mereka dapat
menggunakan HP dengan asyiknya. Dengan kebiasaan mereka seperti itu mereka
dapat merusak nilai-nilai moral yang ada. Seperti nilai kesopanan dan kepatuhan
terhadap guru. Dulu ketika guru sudah ada di depan kelas dan mulai menerangkan
maka tidak ada siswa yang ribut atau asyik sendiri. Mereka akan diam, duduk
dengan rapi, dan mendengarkan dengan seksama penjelasan guru, apapun tipe
gurunya. Tapi sekarang yang terjadi malah sebaliknya. Mereka tidak bisa duduk
dengan tenang, dan apabila guru itu membosankan mereka akan mendengarkan musik.
Terkadang
guru pembimbing juga tidak bisa menyalahkan anak didiknya ketika ia asyik
dengan HPnya. Mungkin bila ia sedang membuka hal-hal yang berbau negatif, saat
guru datang menghampiri, mereka akan langsung menutupnya. Atau ketika guru memberi
tugas, memang di HP ada fasilitas internet sehingga meringankan tugas mereka,
tapi apakah memang mereka menggunakan HP itu untuk tugas yang diberikan, kan
kita tidak pernah tahu. Sehingga sangat disayangkan bahwa nilai-nilai moral
yang meliputi kesopanan dan juga kejujuran mulai luntur.
Secara studi
pustaka, kita juga tidak bisa langsung menyalahkan para pelajar itu, tapi ternyata
peranan orang tua itulah yang sangat memegang peran penting. Ketika mereka
membelikan anak sebuah HP, minimal mereka bisa mengoperasikan. Sehingga para
orang tua bisa menyaring apa saja yang boleh ada di HP anaknya dan apa saja
yang tidak boleh. Disini juga harus adanya sikap saling terbuka antara anak dan
orang tua. Jangan sampai anak apalagi yang sudah beranjak remaja, yang rasa
keingin tahuan mereka besar, jadi salah mengartikan. Contohnya, ketika mereka
para pelajar, yang secara umum itu remaja, tidak sengaja membuka video porno,
ketika orang tua tidak bisa mendampingi mereka akan cari tahu sendiri dan pada
akhirnya terjerumus. Selain itu seperti social media, setidaknya orang tua juga
bisa menggunakannya. Karena tidak sedikit remaja yang salah menggunakan media
ini untuk hal-hal yang negatif dan pada akhirnya timbul suatu masalah.
Lalu juga
saat HP itu dibawa ke sekolah, diharapkan orang tua memberikan pengertian
terhadap anaknya, kapan ia boleh menggunakan dan kapan ia tidak boleh
menggunakannya di sekolah. Sehingga anak secara tidak langsung akan bisa
mengendalikan dirinya sendiri untuk tahu kapan saatnya ia boleh menggunakan HP.
Mungkin orang tua bisa menggunakan sebuah perjanjian, misalnya apabila ada
masalah sama anaknya yang disebabkan oleh HP itu, maka orang tua tidak akan
membantu atau tidak akan membelikan HP lagi.
Dalam
analisa kami terdapat pula kekurangan dalam masalah guru pembimbing pada setiap
mata pelajaran tersebut, para guru terlalu sering berfikir hal-hal positif
terhadap anak didik mereka, tidak bermaksud menyinggung tapi lebih baik waspada
akan hal-hal yang tidak diinginkan daripada memperbaikinya. Seperti pernyataan
kami pada kalimat sebelumnya, para guru ternyata tidak merasa curiga bahkan
mereka berfikir bahwa anak didik mereka itu kreatif, contohnya jika para
pelajar diberi tugas, terdapat beberapa siswa yang langsung sigap menanggapinya
dengan membuka HP yang dapat digunakan sebagai media tambahan yang bermanfaat
sebagai wawasan siswa.
BAB
V
Penutup
A.
Simpulan
Ternyata dari hasil penelitian yang
telah kami lakukan, HP lebih banyak pengaruh negatifnya daripada positifnya.
Seperti mengganggu konsentrasi belajar siswa, mengganggu proses belajar
mengajar, dan juga mengubah perilaku siswa yang harusnya memiliki sopan santun
dan sifat yang jujur. Mereka kurang bisa menggunakan HP secara bijak. Tapi
setidaknya masih ada siswa yang bisa menggunakan HPnya secara bijak.
B.
Saran
Dari simpulan di atas, kami menyarankan
untuk pelajar agar bisa menggunakan HP dengan bijak. Serta para orang tua dan
guru agar tetap membimbing anak agar mereka tidak sampai terjerumus oleh
hal-hal yang tidak diinginkan akibat dari efek HP. Ingat untuk gunakan segala
sesuatu dengan penuh kebijaksanaan.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar