Kamis, 14 Februari 2013

kir materi pengaruh HP bagi perilaku siswa


LEMBAR PENGESAHAN

Karya ilmiah dengan judul “Pengaruh HP Terhadap Perilaku Pelajar” diterima dan disahkan sebagai salah satu tugas materi karya ilmiah remaja Tahun Pelajaran 2012-2013 pada:
Hari                 :
Tanggal           :

Disahkah oleh,
Pembimbing


Suciati, S.Pd




KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan kepada tuhan YME karena hanya dengan izin-Nyalah karya ilmiah ini dapat tersusun.
Karya ilmiah ini disusun guna untuk mengetahui besarnya pengaruh pemakaian hp bagi para pelajar karena sebagaimana kita ketahui seiring dengan kemajuan teknologi dan modernisasi banyak menimbulkan perubahan sikap dan perilaku pelajar di Indonesia.
Kami menyadari sepenuhnya dalam menyusun karya ilmiah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Kami juga berterimakasih kepada guru pembimbing Suciati,S.Pd.
Akhir kata kami berharap proposal karya ilmiah ini dapat berguna dalam mengurangi dampak negatif dari pemakaian HP dan memaksimalkan manfaat HP bagi pelajar.
Wassalamualaikum wr.wb.
Pekalongan,  Februari 2013


                                                                                                          Penulis





DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN                                                                                                    i
KATA PENGANTAR                                                                                                             ii
DAFTAR ISI                                                                                                                           iii
BAB  I  PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang                                                                                                                    1
B. Tujuan                                                                                                                                  2
C. Identifikasi Masalah                                                                                                            2
D. Pembatasan Masalah                                                                                                           2
BAB  II  KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian                                                                                                                            3
1. Handphone                                                                                                                           3
2. Perilaku                                                                                                                                 3
3. Pelajar                                                                                                                                   3
4. SMA Negeri 3 Pekalongan                                                                                                   4
B. Sejarah Handphone..
BAB  III  METODE PENELITIAN
A. Sumber Data                                                                                                                        5
B. Lokasi Penelitian                                                                                                                 5
C. Metode Pengumpulan Data                                                                                                 5
          1. Observasi                                                                                                                    5
          2. Studi Pustaka                                                                                                              6
          3. Wawancara                                                                                                                 6
          4. Jelajah Internet                                                                                                            6
BAB  IV  PEMBAHASAN                                                                                                    7
BAB V PENUTUP                                                                                                                  8
A.  Simpulan                                                                                                                              8
B.  Saran                                                                                                                                    8
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
Pendahuluan

A.      Latar Belakang

Kami menulis karya ilmiah yang berjudul “Pengaruh Handphone Terhadap Perilaku Pelajar di SMA Negeri 3 Pekalongan” karena saat ini handphone atau yang biasa kita singkat dengan HP, sudah menjadi hal yang umum di kalangan pelajar. Pada umumnya saat ini HP tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi disaat yang penting, tapi juga menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak untuk pelajar. Seperti mereka menggunakan HP sebagai media pembelajaran dan juga media hiburan. HP saat ini merupakan barang kebutuhan primer untuk mereka dan juga saku mereka.
Kami sering melihat banyaknya pelajar yang menggunakan HP saat proses pembelajaran berlangsung. Mereka tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh pengajar. Ada yang mendengarkan musik, main games dan juga membuka situs internet yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran. Dari sini kami menilai bahwa HP sedikit demi sedikit akan mempengaruhi perilaku pelajar.
Selain perilaku di kelas yang tidak memperhatikan guru, para pelajar mulai berpikir bahwa HP lebih penting dari sekolah. Karena mereka menganggap HP mempermudah mereka dalam belajar. Saat disuruh mencatat, anak yang malas akan meminjam catatan temannya untuk mengambil gambar catatan tersebut. Selain itu, perilaku yang sangat memprihatinkan yaitu ketika pelajar membawa HP saat ujian berlangsung. Nilai kejujuran mereka seakan-akan luntur, dengan HP mereka meminta jawaban dari orang lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa HP memiliki pengaruh buruk terhadap perilaku siswa.
Selain itu juga sering kali tidak sengaja HP tidak dimatikan atau digetarkan. Sehingga saat ada sms atau telepon masuk, suara dari HP berbunyi. Itu sangatlah menggangu konsentrasi belajar. Saat pelajaran berhitung misalnya kimia, fisika, atau matematika, dengan adanya HP yang didalamnya terdapat aplikasi kalkulator, secara tidak langsung kita diajarkan untuk berpikir lamban dan malas. Kita menjadi tidak percaya diri dengan perhitungan mandiri. Kita menjadi lamban dalam berpikir dan berhitung. Sangat buruk dalam prestasi pelajar itu sendiri.
Tapi tidak hanya pengaruh buruk yang bisa diperoleh, ada juga siswa yang memanfaatkan HP untuk mencari informasi dan memperluas pengetahuan yang mungkin tidak ada di buku panduan. Karena didalam HP ada aplikasi untuk menjelajahi internet yang banyak sekali sumber informasinya yang ada sangkut pautnya pada pelajaran sekolah. Banyak sekali referensi-referensi yang bisa kita dapatkan untuk menambah pengetahuan.
Dari latar belakang tersebut, kami menulis karya ilmiah ini untuk mengetahui sejauh mana besar pengaruh HP terhadap perilaku pelajar.

B.       Tujuan

Pembuatan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh HP terhadap perilaku pelajar.

C.      Identifikasi Masalah

1.    Dampak pengaruh HP bagi perilaku pelajar dan lingkungannya
2.    Hukuman pelanggaran siswa jika bermain HP tidak tepat dengan waktunya
3.    Pengaruh HP bagi nilai akademik dan sopan santun siswa
4.    HP menjadi kebutuhan primer yang seharusnya kebutuhan sekunder
5.    Berkurangnya nilai kejujuran siswa dengan adanya HP

D.      Pembatasan masalah
Dari indetifikasi masalah tersebut, kami membatasi permasalahan yaitu pengaruh HP bagi perilaku pelajar dan lingkungnya.



BAB II
Landasan Teori
A.      Pengertian
Agar tidak timbul salah pengertian, penulis perlu menjelaskan arti kata-kata dan memberikan penegasan istilah yang terdapat dalam karya tulis ilmiah ini.
1.    Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman 664), pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.
Menurut para ahli, pengaruh merupakan tokoh formal maupun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi. (Wiryanto)
Sosiologi Pedesaan, pengaruh merupakan kekuasaan yang mengakibatkan perubahan perilaku orang lain atau kelompok lain.
Albert R. Roberts & Gilbert, pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
Kesimpulannya, pengaruh adalah kekuasaan yang ada dari seseorang atau suatu benda sehingga dapat ikut membentuk dan mengubah karakter seseorang.
2.    Handphone
Dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Handphone, telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengantelepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).
Kata lain dari handphone yaitu telepon seluler. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman 1027), telepon seluler adalah telepon mandiri dengan pemancar dan baterai tanpa kabel.
3.    Perilaku
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman 671), perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud dalam gerakan (sikap), tidak saja badan atau ucapan.
Pada buku yang berjudul ‘Hypnotherapy for Children’, perilaku adalah strategi yang telah teruji dan terbukti sangat efektif dan efisien, dari berbagai strategi yang telah dicoba oleh seorang anak untuk bisa mendapatkan hal-hal yang anak inginkan dengan cepat dan mudah dengan tingkatan keberhasilan paling tinggi.
Ada juga pengertian lain yaitu tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Sehingga perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. (Notoatmodjo, 2003)
Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon.
Kesimpulannya, perilaku adalah suatu respon atau reaksi seseorang terhadap rangsangan dari luar berupa tindakan seperti gerakan tubuh atau ucapan.
4.    Pelajar
Dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Peserta_didik yang dimaksud pelajar yaitu Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat dasar maupun pendidikan formal tingkat menengah. Sedangkan peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman 1027), pelajar adalah anak sekolah (terutama pada tingkat sekolah dasar dan sekolah lanjutan), anak didik, murid, siswa.
5.    Remaja
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman 1988), remaja yaitu mulai dewasa; sudah sampai umur untuk kawin; muda; pemuda.
6.      Internet
Dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Internet internet (kependekan dari interconnection-networking) secara harfiah ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
7.      Media Sosial (Social Media)
Dari situs http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.
8.      SMA Negeri 3 Pekalongan
SMA N 3 Pekalongan adalah sebuah lembaga pendidikan formal yang terletak di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

B.       Jenis-jenis Handphone
Di sebuah artikel pada situs http://sharingkuliahku.wordpress.com /2011/10/09/jenis-jenis-handphone/ jenis HP terbagi menjadi 4, yaitu:
       1. Generasi pertama system selular Analog yaitu AMPS ( Advance Mobile Phone Service ). Versi dari AMPS dikenal sebagai Narrowband Advance Mobile Phone Service ( NAMPS ) yang menggabungkan teknologi digital, sehingga system ini dapat digunakan untuk membawa tiga kali lebih besar kapasitas pada setiap panggilan versinya.
       2. Pada tahun 1981 muncul NMT ( Nordic Mobile Telephone System ). NMT atau Nordic Mobile Telephone adalah jaringan handphone analog yang pertama kali digunakan secara internasional di Eropa Utara. Jaringan ini beroperasi pada frekuensi 450 MHz sehingga sering disebut NMT-450, ada juga NMT-900 yang beroperasi pada frekuensi 900MHz.
       3. Pada tahun 1982 muncullah GSM (Global System For Mobile Communination ). Standar teknologi 2G yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication), seperti yang dipakai sebagian besar handphone saat ini. GSM beroperasi pada frekuensi 900, 1800 dan 1900 MHz. GSM juga mendukung komunikasi data berkecepatan 14, 4 kbps.
       4. Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu GSM dan CDMA tetapi sekarang ada era generasi baru Handphone yaitu era generasi ke-3 (3G). Dimana generasi ini telah merambah ke layanan internet secara wireless. Pada awalnya disebutkan bahwa yang menggunakan teknologi sistem Code Division Multiple Access ( CDMA ) secara digital akan meningkatkan kapasitas hingga 10 sampai 20 kali pada sistem selularnya. Sistem berdasarkan CDMA menjadi metode transmisi pilihan pada pemasangan-pemasangan baru di atas sistem CDMA.

C.      Macam-macam Handphone Berdasarkan Fitur
            Dari situs http://www.sigaptek.com/2012/08/jenis-dan-macam-macam-ponsel-menurut-fitur-spesifikasi.html handphone berdasarkan fitur atau aplikasi terbagi menjadi 3 macam, yaitu:

1.    Ponsel biasa
Ponsel biasa merupakan ponsel generasi pertama. Ponsel ini hanya dibekali fitur sederhana. Yaitu hanya mengutamakan fungsi utama ponsel sebagai alat untuk melakukan panggilan dan mengirim SMS dan sedikit fungsi tambahan seperti kalkulator, agenda dan alarm. Ponsel jenis ini biasanya memiliki daya tahan baterai yang sangat bagus dan kuat. Ada yang bilang, ponsel biasa ini termasuk ke dalaman handphone jadul.

2.       Feature Phone
Feature Phone merupakan jenis ponsel yang berada satu tingkat di atas ponsel biasa. Banyak kalangan menyebutkan bahwa feature phone merupakan transisi antara ponsel biasa dengan smartphone. Feature phone termasuk dalam ponsel generasi ketiga yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan. Misalnya dengan dibekali kamera yang mampu mengabadikan gambar dengan resolusi tinggi. Feature phone juga sudah mendukung berbagai games dan aplikasi java. Seiring dengan kemajuan teknologi, lambat laun feature phone juga semakin tampak seperti smartphone baik aplikasi maupun fasilitas layar sentuh yang disematkan.

3.  Smartphone (Ponsel Pintar)
Ponsel pintar atau lebih sering disebut smartphone merupakan ponsel generasi terakhir yang dibekali teknologi canggih sehingga sudah menyerupai fungsi komputer. Smartphone berjalan dengan menggunakan sistem operasi layaknya komputer yang mampu menjalankan ribuan aplikasi atau pun game. Smartphone juga mempunyai kemampuan untuk terhubung dengan internet secara real time baik dengan jaringan 3G maupun WiFi. Smartphone juga dilengkapi dengan prosesor yang berkecepatan lebih tinggi dari pada feature phone mulai dari single core sampai quad core. Selain konektivitas smartphone juga tersemat kemampuan bernavigasi dengan GPS dan juga Map. Dengan segudang kemampuan yang dimilikinya tak heran jika sebuah smartphone dibanderol dengan harga yang sangat mahal.
BAB III
Metode Penelitian
A.      Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berasal dari hasil observasi dan wawancara dengan guru BK dan beberapa siswa SMA Negeri 3 Pekalongan mengenai pengaruh handphone terhadap perilaku siswa SMA Negeri 3 Pekalongan.

B.       Lokasi Penelitian
Area penelitian ini, secara umum, akan berlangsung di SMA Negeri 3 Pekalongan. Sedangkan secara khususnya, akan diadakan di dua tempat yaitu kelas dan ruang BK. Secara keseluruhan lokasi penelitian ini dapat memberikan informasi tentang sejauh mana handphone mempengaruhi perilaku siswa.

C.      Metode Pengumpulan Data
1.    Observasi
Observasi yakni cara pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan langsung, terhadap yang diteliti. Pengamatan dilakukan untuk mendapatkan data-data berkaitan dengan SMA Negeri 3 Pekalongan dan perilaku siswanya.
Data yang didapat berdasarkan pengamatan yang kami lakukan :
·      Hampir semua siswa memiliki/menggunakan handphone di sekolah.
·      Banyak siswa tidak pernah lepas dari handphone baik waktu istirahat maupun waktu jam pelajaran.
·      Siswa lebih memfokuskan diri pada handphone dibandingkan dengan pelajarannya.
·      Beberapa siswa menggunakan headsheet untuk mendengarkan music saat pelajaran berlangsung.
·      Sedikit siswa yang menggunakan handphonenya hanya untuk keperluan sekolah.
·      Pengawasan guru kepada siswa terhadap pengaruh handphone terhadap perilaku siswa kurang ketat.
2.    Studi Pustaka
            Cara yang digunakan untuk memperoleh data melalui sumber-sumber dengan mempelajari secara keseluruhan sumber tersebut, seperti buku dan majalah.
3.    Wawancara
Cara atau tehnik memperoleh data dengan cara tanya jawab dan bertatap muka dengan responden, dengan mencatat hasil wawancara (interview Guide). Interview ini peneliti di tujukan kepada guru BK SMA Negeri 3 Pekalongan.
(lampiran 1)
4.    Jelajah Internet
Browsing (jelajah internet) adalah pencarian informasi lewat internet. Hal ini dilakukan untuk menambah informasi yang akan lebih melengkapi data-data kami. Hasil browsing ini didapat dari sumber-sumber yang ada, dan akan dicantumkan di daftar pustaka.


BAB IV
Pembahasan
            Dari penelitian yang kami lakukan berupa metode observasi, studi pustaka, wawancara, dan jelajah internet, kami akan membahas hasil yang telah didapat. Berdasarkan observasi, kami menganalogi bahwa  saat ini HP bagi pelajar seperti oksigen, mereka merasa bahwa jika tidak menggunakan HP mereka tidak dapat hidup seperti layaknya manusia pada umumnya. Kami melihat bahwa hampir 90% pelajar yang menggunakan HP secara terus-menerus akan merasa ketergantungan. Seperti yang tadi kami katakan, layaknya oksigen. Melalui pengamatan kami, HP memiliki pengaruh negatif untuk pelajar. Saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung, banyak dari mereka yang asyik menggunakan HP. Seperti membalas sms yang mungkin dari pacar atau temannya, membuka internet yang belum tentu itu ada hubungannya dengan pelajaran, dan ada juga yang sampai mendengarkan musik menggunakan headsheet. Guru-guru juga kurang memperhatikan siswanya yang sedang asyik memainkan HP.
Selain secara observasi, kami juga melakukan wawancara dan berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber, kami mendapat informasi bahwa siswa SMA N 3 Pekalongan sudah sejak pagi memegang HP. Entah itu melihat jam, membalas sms, atau yang lainnya. HP sebenarnya memiliki peranan yang positif dalam era globalisasi seperti mencari wawasan pengetahuan yang bersifat motivasi bagi diri kita sendiri maupun orang lain apabila kita menggunakannya dengan bijaksana. Akan tetapi pada era globalisasi saat ini, mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka sehingga mereka dapat dibutakan oleh teknologi yang canggih.
Selain itu, kami juga mendapati bahwa 70% - 80% siswa dari SMA Negeri 3 Pekalongan yang memiliki HP akan berpikiran bahwa mereka merasa menjadi manusia modern yang tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi. Mereka juga hampir tidak pernah berfikir secara logis bagaimana dampak yang akan timbul dari ketergantungan HP terhadap mereka. Seringkali mereka menggunakan media tas sebagai penghalang agar mereka dapat menggunakan HP dengan asyiknya. Dengan kebiasaan mereka seperti itu mereka dapat merusak nilai-nilai moral yang ada. Seperti nilai kesopanan dan kepatuhan terhadap guru. Dulu ketika guru sudah ada di depan kelas dan mulai menerangkan maka tidak ada siswa yang ribut atau asyik sendiri. Mereka akan diam, duduk dengan rapi, dan mendengarkan dengan seksama penjelasan guru, apapun tipe gurunya. Tapi sekarang yang terjadi malah sebaliknya. Mereka tidak bisa duduk dengan tenang, dan apabila guru itu membosankan mereka akan mendengarkan musik.
Terkadang guru pembimbing juga tidak bisa menyalahkan anak didiknya ketika ia asyik dengan HPnya. Mungkin bila ia sedang membuka hal-hal yang berbau negatif, saat guru datang menghampiri, mereka akan langsung menutupnya. Atau ketika guru memberi tugas, memang di HP ada fasilitas internet sehingga meringankan tugas mereka, tapi apakah memang mereka menggunakan HP itu untuk tugas yang diberikan, kan kita tidak pernah tahu. Sehingga sangat disayangkan bahwa nilai-nilai moral yang meliputi kesopanan dan juga kejujuran mulai luntur.
Secara studi pustaka, kita juga tidak bisa langsung menyalahkan para pelajar itu, tapi ternyata peranan orang tua itulah yang sangat memegang peran penting. Ketika mereka membelikan anak sebuah HP, minimal mereka bisa mengoperasikan. Sehingga para orang tua bisa menyaring apa saja yang boleh ada di HP anaknya dan apa saja yang tidak boleh. Disini juga harus adanya sikap saling terbuka antara anak dan orang tua. Jangan sampai anak apalagi yang sudah beranjak remaja, yang rasa keingin tahuan mereka besar, jadi salah mengartikan. Contohnya, ketika mereka para pelajar, yang secara umum itu remaja, tidak sengaja membuka video porno, ketika orang tua tidak bisa mendampingi mereka akan cari tahu sendiri dan pada akhirnya terjerumus. Selain itu seperti social media, setidaknya orang tua juga bisa menggunakannya. Karena tidak sedikit remaja yang salah menggunakan media ini untuk hal-hal yang negatif dan pada akhirnya timbul suatu masalah.
Lalu juga saat HP itu dibawa ke sekolah, diharapkan orang tua memberikan pengertian terhadap anaknya, kapan ia boleh menggunakan dan kapan ia tidak boleh menggunakannya di sekolah. Sehingga anak secara tidak langsung akan bisa mengendalikan dirinya sendiri untuk tahu kapan saatnya ia boleh menggunakan HP. Mungkin orang tua bisa menggunakan sebuah perjanjian, misalnya apabila ada masalah sama anaknya yang disebabkan oleh HP itu, maka orang tua tidak akan membantu atau tidak akan membelikan HP lagi.
Dalam analisa kami terdapat pula kekurangan dalam masalah guru pembimbing pada setiap mata pelajaran tersebut, para guru terlalu sering berfikir hal-hal positif terhadap anak didik mereka, tidak bermaksud menyinggung tapi lebih baik waspada akan hal-hal yang tidak diinginkan daripada memperbaikinya. Seperti pernyataan kami pada kalimat sebelumnya, para guru ternyata tidak merasa curiga bahkan mereka berfikir bahwa anak didik mereka itu kreatif, contohnya jika para pelajar diberi tugas, terdapat beberapa siswa yang langsung sigap menanggapinya dengan membuka HP yang dapat digunakan sebagai media tambahan yang bermanfaat sebagai wawasan siswa.


BAB V
Penutup
A.      Simpulan
Ternyata dari hasil penelitian yang telah kami lakukan, HP lebih banyak pengaruh negatifnya daripada positifnya. Seperti mengganggu konsentrasi belajar siswa, mengganggu proses belajar mengajar, dan juga mengubah perilaku siswa yang harusnya memiliki sopan santun dan sifat yang jujur. Mereka kurang bisa menggunakan HP secara bijak. Tapi setidaknya masih ada siswa yang bisa menggunakan HPnya secara bijak.
B.       Saran
Dari simpulan di atas, kami menyarankan untuk pelajar agar bisa menggunakan HP dengan bijak. Serta para orang tua dan guru agar tetap membimbing anak agar mereka tidak sampai terjerumus oleh hal-hal yang tidak diinginkan akibat dari efek HP. Ingat untuk gunakan segala sesuatu dengan penuh kebijaksanaan.


DAFTAR PUSTAKA

1 komentar: